Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Media, Idealisme, dan Kesedihan yang Dihilangkan

Ada satu premis yang jarang diucapkan tapi terus-menerus dipraktikkan: media tidak hanya melaporkan realitas, ia menentukan realitas mana yang layak dirasakan bersama. Ketika sebuah masyarakat kehilangan konsep dan contoh di dalam medianya sendiri — ketika tidak ada lagi ruang bagi gagasan, hanya ada permukaan — di situlah keruntuhan peradaban dimulai. Bukan dengan ledakan, tapi dengan pengosongan pelan-pelan. Saya baru saja menonton drama Jepang tentang seorang news director judulnya News Anchor biasa lah aktor favorit saya Hiroshi Abe. Yang menarik bukan plotnya semata, tapi caranya membongkar program berita sekaligus mengidealkan kembali fungsi agensi pemberitaan itu sendiri — seolah berkata: begini seharusnya jurnalisme bekerja, dan begini caranya ia dikhianati. Ada jarak kritis di sana. Ada ruang untuk menyimpan kegagalan sebagai bagian dari cerita, bukan sesuatu yang harus disingkirkan dari layar. Bandingkan dengan pola yang kita hidupi sekarang: hampir semua tayangan, semua ...

Postingan Terbaru

Drama Layar HP Konoha

Argumentasi dan logika berfikir

Pengguna Jalan Yang Lurus

Kesalehan adalah keutamaan yang jarang dibahas (Ghazali, Uang dan Moralitas Pemimpin)

Anatomi Spiritual Manusia (Ruh, Aql, Qalb, Nafs)

Dakwah dan ulama (sebuah khutbah retrospektif)

Piagam Deklarasi Kampung Emas

Essay Pemikiran terhadap Penjara Manusia Ali Syariati

Sang Musafir

Blueprint Pemerintahan Ilahi — dari Mandat hingga Tugas Teknis