Hikmah dari komunitas Lebah dan Semut


Lebah disebutkan dalam Surah An-Nahl (Lebah), 16:68-69:

"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: 'Buatlah sarang-sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).' Dari perutnya keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir."

  • Lebah mendapat wahyu atau ilham langsung dari Allah, menunjukkan bahwa lebah berjalan sesuai dengan ketentuan-Nya.
  • Lebah berguna bagi diri meraka sendiri dan juga mahluk lainnya, madu yang dihasilkan lebah dikenal memiliki khasiat penyembuhan, menajarkan kita tentang memakan yang baik, dan mengeluarkan yang baik. 
  • Lebah hidup secara berkelompok dengan kerjasama dan keteraturan luar biasa, mengajarkan kita pentingnya kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab sosial.
  • Lebah membuat sarang di berbagai tempat, mencontohkan kemampuan beradaptasi dan memanfaatkan sumber daya yang ada dengan optimal melalui bentuk hexagonal yang dapat dibuat menjadi bentuk apa saja.


Semut disebutkan dalam Surah An-Naml (Semut), 27:18-19:

"Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, seekor semut berkata, 'Wahai semut-semut, masuklah ke sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.' Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu dan dia berdoa, 'Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku agar tetap bersyukur atas nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.'"

  • Semut waspada dan mampu memperingatkan koloninya akan bahaya, menunjukkan kesadaran, kepekaan, dan kemampuan berkomunikasi.Semut mengakui keterbatasan diri dan bertindak secara optimal.
  • Semut bertindak adil untuk melindungi kelompoknya, memberikan contoh tentang pentingnya rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.
  • Sistem hidup koloni semut, dengan pembangunan sarang yang bertingkat namun tetap sejuk dan penyimpanan makanan yang baik dapat menjadi contoh.



Kehidupan lebah dan semut menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang baik dan kerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Ratu lebah yang tiada, membuat koloni lebah berhenti bekerja, namun suksesi dilakukan melalui anak lebah yang telah diberikan makanan berbeda, yaitu royal jelly. Dengan begitu lebah memiliki cara yang terbaik untuk membentuk pimpinan, dimulai dari bayi.

Meski kecil, lebah dan semut memberikan manfaat besar bagi ekosistem, mengajarkan kita untuk menjalani hidup yang bermanfaat bagi lingkungan dan sesama.Semut sebagai pasukan melata dibawah akan menghabiskan sisa sisa organik yang akan menjadi bahan untuk pembentukan unsur hara lahan.

Allah mengajak manusia untuk merenungkan penciptaan-Nya melalui makhluk-makhluk ini, agar kita menjadi hamba yang lebih bijak dan sadar akan tugas kita sebagai khalifah di bumi.


Kelompok manusia jika mau belajar kepada Lebah dan Semut wajib untuk :

Menentukan dari kelahiran, seorang ratu pemimpin. Dengan perawatan berbeda, makanan dan pendidikan berbeda untuk menjaga kesetimbangan antara lingkungan dan kebutuhan koloni.Mengapa Ratu, karena memang kasih sayang yang utama adalah dari Ibu.

Sisa pekerja memiliki tugas mencari makanan, membangun rumah koloni yang menyatu tanpa terpapar ketidakadilan. Rumah koloni dengan sistem hexagonal maksimal dalam kekuatan dan distribusi logistik.

Sebagian pekerja dapat mengkhususkan untuk mencari ilmu Allah yang tersedia di alam. Menjadi dokter, ahli quran, ataupun bidang khusus lain, sejalan dengan kebutuhan, bukan sejalan dengan pencarian rezeki, karena rezeki sudah dimaksimalkan dalam keadilan.

Dalam kelompok ini, kebanyakan orang akan sehat, baik akal, maupun badan nya. Karena berjalan bersama, dan memiliki sifat kekuatan kelompok yang saling menjaga. Tidak perlu ada polisi, seluruhnya adalah saksi mata dan menerapkan amar maruf, nahyi munkar.  


Komentar