Sifat Sifat Redflag Pada Muslim

Untuk bergaul dalam sosial kita perlu melihat sikap dan sifat dari interaksi yang didapati. Jika terdapat salah satu dari sifat dibawah ini dalam individu atau atmosfer interaksi keseluruhan, perlu kita waspadai.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1.    Sombong (Takabur)

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”  (QS. Luqman: 18)

2.    Pemarah (Ghadab)

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain...” (QS. Ali-Imran: 134)

3.    Boros (Tabdzir)

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.”
 (QS. Al-Isra: 26-27)

4.    Bakhil/Tamak (Kikir)

“Dan barang siapa yang dijaga dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9)

5.    Dengki (Hasad)

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.” (QS. An-Nisa: 32)

6.    Dusta (Bohong)

“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas lagi pendusta.” (QS. Ghafir: 28)

7.    Bicara Sia-Sia

“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya...” (QS. Al-Qasas: 55)

8.    Putus Asa

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)

9.    Tergesa-Gesa

“Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa...” (QS. Al-Anbiya: 37)

10.  Lambat/Malas

“Dan apabila mereka berdiri untuk salat, mereka berdiri dengan malas...” (QS. An-Nisa: 142)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




Respon terbaik dalam hal ini ada dua jika bertemu individu dengan tempelan sifat redflag diatas 

1. Menasehati/memotivasi melalui hikmah, 

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, ...” (An-Nahl: 125)

2. Dilepas/ditinggalkan, sehingga tidak merusak jiwa kita sendiri. 

“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling darinya...” (QS. Al-Qasas: 55)

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olok ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sampai mereka memasuki pembicaraan yang lain...” (QS. Al-An’am: 68)


Komentar