Kisah Hikmah Qabil & Habil (Cain & Abel), dua sifat Syaitan

Didalam kisah ini, kita akan melihatnya dalam konteksnya yang umum seperti apa yang tertera di Quran. 

Bahwa terdapat dengki atau hasad yang menjadi sifat buruk (syaitan) yang memecah belah persaudaraan. 

Disebutkan pula tentang obat bagi hasad orang yang hasid, yakni hendaknya ia menerima kekurangan itu sebagai akibat dari kesalahan dan dosa-dosanya sendiri, lalu bertaubat dan memperbaikinya.

Habil sebagai seorang yang bertakwa tidak membalas dengan yang sama, karena dia mendekat pada sifat penyayang Allah, dia juga memperingati dengan azab pada saudaranya itu.

Dilain sisi terdapat suatu kompetisi, atau persaingan dari keduanya untuk mendekatkan diri pada Allah. Kompetisi adalah suatu yang tidak perlu, dan berlebihan sehingga menyebabkan perpecahan. Mengapa tidak diadakan kerjasama saja diantara keduanya, sehingga mereka memiliki pengorbanan harta yang sama. Ini adalah hikmah, sekarang ini kompetisi dijadikan inti, bukannya kerjasama, inilah sifat buruk (syaitan).



Penghalang Qabil selain dengki adalah ketakwaan, menurut Habil.

Karena takwa adalah patuh pada Allah. Ketika itu Qabil tidak menerima keputusan bahwa Habil yang diterima persembahannya.



Komentar